Control Tuning
Controller Tunning
Sebuah
controller proporsional-integral-derivatif (PID) adalah mekanisme kontrol umpan
balik (controller) yang digunakan dalam sistem kontrol industri. Sebuah
kontroler PID menghitung nilai error sebagai perbedaan antara variabel proses
yang terukur dan setpoint yang diinginkan. Controller upaya untuk meminimalkan
kesalahan dengan menyesuaikan proses melalui penggunaan variabel dimanipulasi.
Algoritma
PID melibatkan tiga parameter konstan terpisah, dan kadang-kadang disebut
kendali jangka tiga: proporsional, nilai-nilai integral dan derivatif,
dilambangkan P, I, dan D. Secara sederhana, nilai-nilai ini dapat ditafsirkan
dari segi waktu: P tergantung pada kesalahan ini, saya pada akumulasi kesalahan
masa lalu, dan D adalah prediksi kesalahan di masa depan, berdasarkan tingkat
saat perubahan
1. Tertimbang jumlah dari tiga tindakan
ini digunakan untuk mengatur proses melalui kontrol elemen seperti posisi katup
kontrol, peredam, atau daya yang diberikan ke elemen pemanas.
Dengan tidak adanya pengetahuan tentang proses yang mendasari, controller PID secara historis dianggap sebagai kontroler yang paling berguna.
Dengan tidak adanya pengetahuan tentang proses yang mendasari, controller PID secara historis dianggap sebagai kontroler yang paling berguna.
2. Dengan tuning tiga parameter dalam
algoritma PID, controller dapat memberikan aksi kontrol yang dirancang untuk
kebutuhan proses tertentu. Tanggapan controller dapat digambarkan dalam hal
respon dari controller untuk kesalahan, sejauh mana controller lampaui
setpoint, dan tingkat sistem osilasi. Perhatikan bahwa penggunaan algoritma PID
untuk kontrol tidak menjamin kontrol optimal stabilitas sistem atau sistem.
Beberapa
aplikasi mungkin memerlukan satu atau dua tindakan untuk menyediakan sistem
kontrol yang tepat. Hal ini dicapai dengan menetapkan parameter lain ke nol.
Sebuah kontroler PID akan disebut PI, PD, P atau kontroler dengan tidak adanya
tindakan pengendalian masing-masing. Kontroler PI yang cukup umum, karena
tindakan derivatif sensitif terhadap pengukuran kebisingan, sedangkan tidak ada
istilah terpisahkan dapat mencegah sistem dari mencapai nilai target karena
tindakan kontrol.
Model Based Analitical
Pengertian AHP ( Analitycal Hierarchy Process ) AHP merupakan suatu model
pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan
menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi
suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu
representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi
level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria,
sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif.
AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode
yang lain.
Knowladge Based
Knowledge based system (KBS) atau sistem berbasis
pengetahuan merupakan bagian dari Kecerdasan buatan / Artificial
Intelligence (AI). KBS memiliki kemampuan untuk melakukan komputasi,
penyimpanan, proses berfikir, dan penyimpanan pengetahuan.
a.
Expert
Controll
Istilah expert system
berasal dari knowledge-based expert system (sistim cerdas berbasis
pengetahuan), dimana suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia (human
knowledge) yang dimasukkan ke dalam komputer untuk memecahkan masalah yang
umumnya memerlukan keahlian seorang pakar/expert. Atau dapat juga
dikatakan, sebuah program komputer yang menggunakan pengetahuan dan teknik
inferensi (pengambilan kesimpulan) untuk memecahkan persoalan seperti yang
dilakukan oleh seorang pakar.
b. Fuzzy
Controll
Saat logika klasik menyatakan
bahwa segala hal dapat diekspresikan dalam istilah biner (0 atau 1, hitam
atau putih, ya atau tidak), logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran.
Berikut ini adalah beberapa contoh
konsep logika fuzzy yang dapat diterapkan dalam berbagai kasus:
·
Manajer
pergudangan mengatakan pada manajer produksi seberapa banyak persediaan barang
pada akhir minggu ini, kemudian manajer produksi akan menetapkan jumlah barang yang
harus diproduksi esok hari.
·
Pelayan
restoran memberikan pelayanan terhadap tamu, kemudian tamu akan memberikan tip
yang sesuai atas baik tidaknya pelayanan yang diberikan.
·
Penumpang
taksi berkata pada sopir taksi seberapa cepat laju kendaraan yang diinginkan,
sopir taksi akan mengatur pijakan gas taksinya.
c. Neural Network
Neural Network merupakan kategori
ilmu Soft Computing. Neural Network sebenarnya mengadopsi dari kemampuan otak
manusia yang mampu memberikan stimulasi/rangsangan, melakukan proses, dan
memberikan output. Output diperoleh dari variasi stimulasi dan proses yang
terjadi di dalam otak manusia. Kemampuan manusia dalam memproses informasi
merupakan hasil kompleksitas proses di dalam otak. Misalnya, yang terjadi pada
anak-anak, mereka mampu belajar untuk melakukan pengenalan meskipun mereka
tidak mengetahui algoritma apa yang digunakan. Kekuatan komputasi yang luar
biasa dari otak manusia ini merupakan sebuah keunggulan di dalam kajian ilmu
pengetahuan.
Nyquist
Stability Criteria
Dalam teori kontrol dan teori stabilitas, kriteria stabilitas Nyquist, ditemukan oleh insinyur listrik Swedia-Amerika Harry Nyquist di Bell Telephone Laboratories pada tahun 1932. Karena hanya terlihat di Nyquist plot sistem loop terbuka, dapat diterapkan tanpa secara eksplisit menghitung kutub dan nol baik loop tertutup atau sistem loop terbuka (meskipun jumlah setiap jenis singularitas kanan setengah pesawat harus diketahui). Akibatnya, dapat diterapkan pada sistem didefinisikan oleh fungsi-fungsi non-rasional, seperti sistem dengan penundaan. Berbeda dengan Bode plot, dapat menangani fungsi alih dengan hak singularitas setengah pesawat. Selain itu, ada generalisasi alami untuk sistem yang lebih kompleks dengan beberapa input dan beberapa output, seperti sistem kontrol untuk pesawat terbang.
Dalam teori kontrol dan teori stabilitas, kriteria stabilitas Nyquist, ditemukan oleh insinyur listrik Swedia-Amerika Harry Nyquist di Bell Telephone Laboratories pada tahun 1932. Karena hanya terlihat di Nyquist plot sistem loop terbuka, dapat diterapkan tanpa secara eksplisit menghitung kutub dan nol baik loop tertutup atau sistem loop terbuka (meskipun jumlah setiap jenis singularitas kanan setengah pesawat harus diketahui). Akibatnya, dapat diterapkan pada sistem didefinisikan oleh fungsi-fungsi non-rasional, seperti sistem dengan penundaan. Berbeda dengan Bode plot, dapat menangani fungsi alih dengan hak singularitas setengah pesawat. Selain itu, ada generalisasi alami untuk sistem yang lebih kompleks dengan beberapa input dan beberapa output, seperti sistem kontrol untuk pesawat terbang.
Bode Plots
Fungsi
transfer (Vo/Vi) dalam ranah (domain) frekuensi dari suatu
rangkaianlistrik/elektronik dapat digambarkan secara grafik yang disebut dengan
BODE PLOT. Grafik fungsi transfer dalam kaitanya dengan frekuensi ini
terdiri dari dua grafik: yang pertamamenggambarkan besar relatif tegangan
keluaran Vo terhadap tegangan masukan Vin, grafik kedua menggambarkan sudut
geseran fasa relatif antara Vo terhadap Vin.
Bode plot
dinyatakan dalam dua diagram:
Digram
“Magnitude” dan “Phase”
Bode plot
dapat digunakan untuk menganalisa perubahan “ magnutide ” dan “phase” dari
respon system terhadap perubahan
frekuensi sinyal masukan.
Bode
plot dapat digunakan untuk
mengidentifikasi frekuensi–frekuensi kritis saat terjadinya penururnan atau
kenaikan gain dari sinyal masukan.





Komentar
Posting Komentar